Manggarai Timur

Rabu, 5 Mei 2021 - 14:41 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Warga Satar Punda saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Valerius Isno)

Warga Satar Punda saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Valerius Isno)

Perusahaan Semen Bidik Bagian Barat Wilayah Satar Punda, Warga Kirimkan Surat Penolakan

Manggarai Timur, Floreseditorial.com —PT. Semen Singa Merah, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan sedang membidik wilayah bagian barat yang merupakan wilayah yang dilarang warga Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) untuk mendirikan perusahaan semen.

Warga Kampung Luwuk, Yohanes Wensdei, Arnoldus Nefman dan Yohanes Gaduk menyampaikan kabar itu kepada wartawan, Senin (3/5/2021) kemarin.

Ketiga warga itu menjelaskan, saat ini perusahaan semen ngotot untuk membuat kapling di wilayah bagian barat desa itu.

“Kami tidak paham apa maksud perusahaan,” kata mereka.

Mereka menjelaskan, bila melihat tingkah pihak perusahaan saat ini, menunjukkan bahwa perusahaan PT Semen Singa Merah NTT memiliki keinginan tersirat untuk menguasai seluruh lahan di Kampung Luwuk. Padahal, kata Mereka, kebijakan pihak perusahaan yang ingin menguasai wilayah bagian barat tidak sesuai dengan keinginan warga Kampung Luwuk.

“Prinsipnya kami masyarakat Luwuk yang mendukung perusahaan dengan tegas menolak lahan di bagian barat pemukiman, sawah, dan bagian barat persawahan dikuasai atau dibeli oleh perusahaan” tegas mereka.

Mereka menjelaskan, sebagai bentuk penolakan terhadap keinginan pihak perusahaan, pihak masyarakat sudah mengirimkan surat resmi kepada pihak PT. Semen Singa Merah NTT.

“Dari awal memang kami tidak mengizinkan lahan persawahan dan lahan persawahan bagian barat untuk mendidrikan pabrik semen dan fasilitas pendukung lainnya. Kami sudah kirim surat kepada perusahaan,” ungkap warga.

Dalam surat terbuka itu, lanjut Mereka, pihaknya menyampaikan penolakan terhadap perusahaan semen untuk menguasai wilayah bagian barat itu. Mereka menegaskan, wilayah itu akan diperisapkan untuk generasi mereka.

“Lokasi itu akan disiapkan untuk lokasi pemukiman generasi selanjutnya,” ujar Mereka.

Ketiganya menjelaskan, selain untuk dipersiapkan bagi generasi mendatang, lokasi bagian barat itu juga merupakan akses utama menuju Desa Satarteu dan Kota Reok maupun menuju wilayah sekitarnya.

“Segala pikiran masyarakat melalui tua teno sudah disampaikan melalui surat kepada perusahan, tetapi sampai saat ini perusahaan belum ada jawaban sama sekali,” tambah mereka.

Mereka juga mengatakan, melalui surat resmi itu, pihak masyarakat juga menyatakan penolakan atau tidak bersedia jika direlokasi ke tempat lain.

Mereka menegaskan, apabila suatu saat perusahaan pabrik semen menguasai wilayah bagian barat persawahan atau wilayah barat Kampung Luwuk, maka pihak masyarakat akan meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtiku Laiskodat dan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas agar membela hak masyarakat Kampung Luwuk.

“Pokoknya kami tidak berikan izin untuk menguasai bagian barat, karena itu daerah pemukiman untuk generasi kami. Kami tidak akan izinkan sampai kapan pun,” tegas mereka.

Laporan: Valerius Isno
Editor: Ignas Tulus

Artikel ini telah dibaca 800 kali

Baca Lainnya
x