Manggarai Timur

Senin, 3 Mei 2021 - 08:09 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai di Ruteng (Foto: Ist)

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai di Ruteng (Foto: Ist)

Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Bamo Dilaporkan Ke Kejari Manggarai

Manggarai Timur, Floreseditorial.com —Vinsensius Bela, Kepala Desa (Kades) Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan oleh sejumlah Masyarakat Desa Bamo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai yang berkedudukan di Ruteng, pada Senin (26/4/2021) kemarin.

Vinsensius dilaporkan karena diduga telah melakukan Korupsi Dana Desa (DD) yang masuk ke Desa Bamo sejak tahun 2018 lalu hingga tahun 2021.

Salah satu sumber Floreseditorial.com yang tidak mau namanya dipublish, menjelaskan, Kades Vinsensius diduga kuat melakukan korupsi DD melalui proyek-proyek yang ada di Desa.

Sumber itu menjelaskan, dalam laporan yang telah dibuatkan pihaknya itu, ada sembilan item proyek di Desa Bamo yang diduga kuat bermasalah.

“Pertama ada proyek jalan telfor Pupung-Mbero volume 540 Meter dengan total biaya Rp. 149.000.000 menggunakan anggaran tahun 2019, hingga sekarang belum tuntas,” ujar sumber itu menyebutkan salah satu Item proyek yang dilaporkan.

Selain proyek tersebut, lanjut Sumber itu, ada juga proyek jalan rabat beton Wae Soke yang dikerjakan tahun 2020 dan saat ini sudah rusak dan hampir tak berbekas. Ia menjelaskan, proyek tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 266.000.000

Ditambahkannya lagi, selain kedua proyek tersebut diatas, terdapat juga beberapa proyek lainnya yang juga diduga bermasalah.

Proyek-proyek itu, sebut sumber tersebut, seperti proyek penggusuran jalan baru Woko Pau-Bamo tahun anggaran 2017 yang hingga kini tidak dimanfaatkan masyarakat.

Selain itu, ada juga proyek pembangunan polindes woro roka yang menggunakan anggaran tahun 2017. Polindes tersebut, lanjut Sumber itu, tidak dilengkapi dengan fasilitas seperti kursi dan meja.

“Pasien dibiarkan saja untuk duduk di lantai. Setelah diprotes warga, barulah sekarang ada kursi dan meja seadanya,” ungkap sumber itu, Senin (3/5/2021) siang.

Ia melanjutkan, selain polindes woro roka, terdapat beberapa item proyek pembangunan lainnya yang juga tidak dilengkapi dengan fasilitas seperti, proyek pembangunan polindes Bamo tahun anggaran 2018, proyek penyediaan perlengkapan PAUD tahun anggaran 2018.

Ditambahkannya lagi, terdapat juga proyek pembangunan di Wae Tere tahun anggaran 2018 yang bermasalah. Proyek tersebut, jelas Dia, hingga kini belum diaudit oleh Inspektorat Mantim.

“Kades Vinsensius juga diduga menilep dana pelatihan BPD, pelatihan kader posiandu, honorarium gaji guru paud dan diduga menilep dana pembangunan pos posiandu di RT Bamo,” sebutnya lagi.

Menurut sumber itu, proyek-proyek yang diduga bermasalah tersebut dapat dilihat secara kasat mata oleh masyarakat setempat.

Sesungguhnya, lanjut Dia, masih terdapat beberapa proyek lainnya yang diduga bermasalah namun tidak dapat diidentifikasi pihaknya karena proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi.

Sumber itu menjelaskan, selama menjabat sebagai Kades Bamo, Vinsensius juga sering kali menunda-nunda waktu penyelesaian proyek.

“Misalnya proyek yang harus diselesaikan tahun 2018 menggunakan anggaran tahun 2019,” jelasnya lagi.

Tidak hanya itu, Ia menambahkan, selama menjalankan tugas sebagai Kades Bamo, Vinsensius bahkan selalu dilindungi oleh Badan Permusyawartan Desa (BPD) Bamo. Hal ini, kata Dia, menyulitkan pihaknya dalam mengontrol jalannya roda pembangunan di Desa Bamo.

Karena itu, lanjut Sumber itu, pihaknya meminta Kejari Manggarai untuk segera memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Kades Vinsensius dan mengusut tuntas DD yang masuk ke Desa Bamo sejak tahun 2017 silam.

“Kami mohon bapak Kajari untuk segera memproses kades Bamo,” ujar sumber itu.

Ia menjelaskan, selain melaporkan ke Kejari Manggarai, pihaknya juga telah mengirimkan surat laporan tembusan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati), NTT di Kupang.

Hingga berita ini diturunkan, Floreseditorial.com belum berhasil meminta tanggapan Kades Vinsensius untuk dimintai klarifikasi terkait proyek-proyek yang diduga bermasalah tersebut.

Laporan: Ignas Tulus

Artikel ini telah dibaca 299 kali

Baca Lainnya
x