Lembata

Jumat, 11 Desember 2020 - 07:24 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, saat menyerahkan bantuan kemanusiaan dari, Presiden Joko Widodo, berupa kebutuhan anak, kepada warga di RT.17, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kamis (10/12/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, saat menyerahkan bantuan kemanusiaan dari, Presiden Joko Widodo, berupa kebutuhan anak, kepada warga di RT.17, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kamis (10/12/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Bupati Lembata Pantau Korban Erupsi dari Rumah ke Rumah

Lembata, Floreseditorial.com – Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, memantau secara langsung warga terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok. Ia mengunjungi para pengungsi yang tinggal di rumah-rumah penduduk sekitar.

Jika di awal masa Tanggap Darurat Bencana (TDB), orang nomor satu di Kabupaten Lembata itu hanya berkunjung untuk mengecek kondisi para pengungsi, kali ini Ia membawa serta sejumlah paket bantuan termasuk bantuan dari, Presiden Joko Widodo dan BNPB, yang menjadi kebutuhan dasar para pengungsi.

Hingga malam menjemput, Bupati Lembata didampingi sejumlah Kepala OPD dan ASN itu, menuntaskan kunjungan ke sekitar 20 rumah warga. Jumlah pengungsi di setiap rumah yang dikunjunginya bervariasi, baik jumlah jiwa maupun Kepala Keluarga (KK). Sesaat ketika Ia beristirahat, Ia menjelaskan pentingnya menyapa para pengungsi.

“Tidak boleh sekadar kasih bantuan. Harus komunikasi dengan mereka. Kita perlu tahu apa-apa saja yang mereka butuhkan dan bagaimana keadaan mereka,” ungkap Bupati Sunur.

Di setiap rumah warga yang Ia kunjungi, Suami dari Yuni Damayanti ini, selalu melempar senyum. Gaya bahasa ceplas-celposnya mengundang tawa para pengungsi.

Di lingkungan Duang, RT.17, Kelurahan Lewoleba Tengah, Bupati Sunur menyambangi Frans Mangu Langobelen. Pria 50 tahun yang memiliki hambatan mobilitas. Ia lebih banyak duduk, meski sedikit mencoba berdiri saat menyambut Bupati-nya. Ia juga mengitari dua pasang pengungsi yang sudah lansia.

“Bapa, istrinya mana?,” tanya Bupati Sunur pada salah seorang Kakek. Mengetahui Istri sang Kakek duduk berjauhan, Bupati Sunur melontarkan canda. “Suami-Istri kenapa duduk berjauhan. Ayo duduk berdekatan,” ujar Bupati Sunur disambut gelak tawa.

Bupati Sunur dan Tim, menghabiskan waktu hampir satu jam di tempat tersebut.

Terpantau, ada 12 KK pengungsi yang menghuni dua rumah berdekatan di wilayah itu. Tim distribusi diminta memberikan bantuan sesuai kategori, baik lansia, bayi dan anak.

Saat menuju Kolior, Kelurahan Lewoleba, Bupati Sunur, menemui 50 orang pengungsi yang terdiri dari 50 KK. Meski tak sempat duduk, Bupati Sunur, menghabiskan waktu sekitar 30 menit bersama pengungsi yang menumpang di rumah Yohanes Daru Keban tersebut.

“Kita butuh relawan untuk bantu ini. Ada banyak relawan, bisa dimobilisasi untuk dukung ini. Sekarang bantuan sudah cukup banyak. Tambahan dari Presiden dan BNPB itu cukup banyak. Kalau awal-awal kita keliling untuk pantau dulu. Karena bantuan masih bervariasi. Kadang datang hanya ada bantuan sepuluh selimut, terakhir ada datang sekitar 3.000. Bantuan sudah cukup banyak. Jadi kita butuh relawan untuk membantu pemerintah,” papar Sunur.

Data yang diterima floreseditorial.com, Kamis (10/12/2020), menunjukkan sebanyak 4.310 jiwa pengungsi tersebar di 910 rumah yang ada di Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan.

Dari total pengungsi yang tersebar di rumah penduduk di tujuh kelurahan, terdapat juga sebaran kelompok rentan seperti enam orang penyandang difabel, 568 lansia, enam Ibu hamil, 75 Ibu menyusui, 348 balita dan 1.240 anak-anak.

Saat ini, jumlah relawan TDB yang dihimpun Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lembata mencapai lebih dari 330 relawan yang terdaftar di Posko Relawan TDB Erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Sejak awal masa TDB, relawan tersebar tersebar mendukung pemerintah hampir di sejumlah kegiatan seperti assessment, evakuasi, tabulasi data pengungsi, shelter, sanitasi, pencegahan covid-19, trauma healing, dan dapur umum. (san)

Artikel ini telah dibaca 671 kali

Baca Lainnya
x