Lembata

Selasa, 8 Desember 2020 - 10:14 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Kondisi ternak yang mati akibat terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok. (Foto: Ist/Iren Ola)

Kondisi ternak yang mati akibat terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok. (Foto: Ist/Iren Ola)

Dampak Erupsi Ile Lewotolok, Ratusan Ternak Warga Mati

Lembata, Floreseditorial.com – Dampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok tak hanya memicu gelombang pengungsian warga dua kecamatan ke Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata. Sumber penghidupan warga setempat yakni ternak, baik ternak besar maupun unggas, juga ikut terdampak. Penelusuran Tim Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, ditemukan sebanyak 133 ternak di dua kecamatan tersebut mati.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, kematian ternak ini dipicu sejumlah penyebab, termasuk karena menghirup udara bercampur belerang, malnutrisi, mati terbelit tali, digigit anjing yang kelaparan dan mati karena penyakit bawaan.

Mengantisipasi dampak kematian yang lebih besar, Dinas Peternakan Kabupaten Lembata telah menyiapkan tiga skenario penanganan; (1) Mengevakuasi semua terak dari zona merah terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok, (2) Pemerintah akan membeli ternak milik warga, dan (3) Pemerintah turun tangan memberikan pakan ternak.

“Namun, kita bisa kolaborasikan ketiga skenario tersebut,” ujar Kanis Tuaq kepada para Wartawan di Posko Utama TDB Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Senin (7/12/2020).

Kondisi ternak yang sakit akibat terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok. (Foto: Ist/Iren Ola)

Selain itu, sejak Selasa (8/12/2020), pemerintah juga telah mendirikan Posko Penanganan Ternak Terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok. Posko ini dimaksudkan untuk menerima pengadua warga soal kondisi ternak, pemberian pakan, pengobatan dan konsultasi teknis lainnya.

“Pemerintah juga siapkan anggaran. Ada pengajuan Rp 200 Juta dari dana TDB, digunakan untuk pakan ternak dan atasi malnutrisi. Tim sudah mulai pendataan,” tambah Kanis Tuaq.

Selain 133 ternak yang mati, data Dinas Peternakan Kabupaten Lembata menunjukkan, sebanyak 40.193 ternak dipastikan terdampak. Jumlah ini mencakup sebaran ternak besar dan unggas pada 21 desa dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan III Erupsi Gunung Ile Lewotolok, baik di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

Informasi dari Posko Penanganan Ternak, sudah 17 ekor ternak yang dievakuasi oleh tim dan akan dievakuasi ke rumah-rumah keluarga para pengungsi yang ada di Lewoleba.

“Hari ini ada 17 ekor yang dievakuasi oleh tim dari Desa Lamatokan. Nanti, akan diantar ke rumah-rumah keluarga pengungsi, supaya mereka merawat dan memberi pakan,” jelas Irenius Ola, Kepala Bidang Perlengkapan dan Logistik Posko Penanganan Ternak Terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok. (san)

Artikel ini telah dibaca 250 kali

Baca Lainnya
x