Manggarai Barat Pilkada 2020

Senin, 7 Desember 2020 - 06:34 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Abdul Aziz, Ketua Tim Pemenangan Paket Misi. (Ist)

Abdul Aziz, Ketua Tim Pemenangan Paket Misi. (Ist)

Waspada Hoax, Ini Imbauan Ketua Tim Pemenangan Paket Misi

Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Jelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020, artikel-artikel hoax banyak beredar di masyarakat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Penggiringan opini bernada negatif itu, seakan menjadi senjata untuk menghalalkan segala cara demi merebut kemenangan.

Paling anyar adalah upaya untuk menggiring opini terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kementerian Sosial (Kemensos) baru-baru ini, yang memaksakan benang merah antara hal tersebut dengan Pilkada Mabar.

“Cara-cara tidak elok seperti ini merupakan reaksi dari kepanikan, panik karena paket yang oknum-oknum tersebut dukung sudah tidak memungkinkan lagi mengejar keunggulan Paket MISI di sisa waktu yang ada. Kubu lawan panik, karena hasil survei Paket Misi unggul,” ujar H. Abdul Azis, Ketua Tim Pemenangan Paket MISI (Maria-Sil) saat dihubungi Wartawan, Senin (7/12/2020).

Untuk itu, H. Abdul Azis, mengimbau para pendukung dan simpatisan Paket MISI, untuk tetap menahan diri dan tidak terpancing provokasi dari oknum-oknum yang ingin menciderai proses Pilkada Mabar.

“Karena berdasarkan survei internal yang bisa dijamin validitasnya, Paket MISI saat ini unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya,” tandasnya.

Ia berharap, semua pihak bisa menjaga ketenangan masa Pilkada, dengan senantiasa santun dalam sikap dan elok dalam berargumen.

“Yang paling utama waspada terhadap berita-berita hoax,” tutup H. Abdul Azis menyemangati pendukung Paket MISI. 

Sementara itu, pantauan media ini, artikel-artikel bernada negatif dengan tujuan menyerang salah satu Pasangan Calon (Paslon), banyak beredar di forum-forum online Mabar. Bahkan ada pola menggiring hasil poling yang masih diragukan kredibilitasnya, seolah-olah adalah hasil dari survei.

Padahal, poling adalah proses di mana pendapat kelompok tertentu mengenai suatu topik tertentu atau seseorang dipertanyakan, dan penilaian mereka dihitung untuk mencapai kesimpulan.

Bertentangan dengan poling, survei adalah metode pengumpulan data yang banyak digunakan. Dalam sebuah survei, serangkaian pertanyaan tipe objektif ditanyakan kepada responden dengan tujuan analisis statis. (*)

Artikel ini telah dibaca 3318 kali

Baca Lainnya
x