NTT

Kamis, 3 Desember 2020 - 14:37 WIB

6 bulan yang lalu

logo

AMAF Kupang saat menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRD Provinsi NTT, Kamis (3/12/2020). (Foto: Ignas Tulus)

AMAF Kupang saat menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRD Provinsi NTT, Kamis (3/12/2020). (Foto: Ignas Tulus)

AMAF Kupang Minta Gubernur NTT Copot Plt DLHK Provinsi

Kupang, Floreseditorial.com – Beberapa organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Flobamora (AMAF) Kupang, meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, agar segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTT.

Permintaan itu disampaikan AMAF Kupang saat menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Kamis (3/12/2020) siang.

Koordinator AMAF Kupang, Emanuel Seto Rangga, kepada sejumlah awak media ketika ditemui di Kantor DPRD NTT, mengatakan, pihaknya meminta Gubernur NTT untuk mencopot Plt. DLHK Provinsi NTT, karena dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.

Ia mengatakan, kelalaian Plt. DLHK itu terbukti dengan terbengkalainya pengerjaan proyek belanja modal pengadaan incenerator dan seluruh fasilitas pendukungnya, yang berlokasi di Manulai, Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.989.000.000.

Diketahui, proyek tersebut bernomor DLHK.007/284/III/2020 dengan kontraktor pelaksana PT. Rahmat Hidayat Pratama.

“Dalam papan proyek, pengerjaan seharusnya selesai dalam 90 hari, terhitung di mulai sejak 2 April 2020. Namun nyatanya, sampai sekarang proyek itu belum rampung,” ujar Koordinator AMAF Kupang, Kamis (3/12/2020) siang.

Ia melanjutkan, hal lain yang juga disesalkan dari Plt. DLHK itu adalah pelaksanaan pengerjaan pembangunan fasilitas UPTD pengelolaan sampah dan limbah (B3) medis, dilakukan tanpa mengantongi izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Padahal, menurutnya, anggaran kegiatan penyusunan AMDAL untuk konsultan atau lembaga yang menang tender telah disahkan melalui APBD Provinsi NTT Tahun 2019 dan bahkan telah dicairkan pada September 2019 lalu. Namun, hingga saat ini, idak ada satu pun dokumen mengenai AMDAL yang telah dihasilkan.

“Anehnya lagi, Plt. DLHK NTT itu diam-diam memberikan kesempatan kepada orang yang sama untuk membuat AMDAL di tempat lain. Padahal, di tempat yang semula saja belum selesai,” jelasnya.

Atas dasar itu, AMAF meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, agar segera memberhentikan atau mencopot Plt. DLHK NTT dan segera menunjuk Kepala Dinas (Kadis) defenitif untuk menduduki kursi DLHK NTT.

Untuk diketahui, selain meminta Gubernur NTT untuk mencopot Plt. DLHK NTT, AMAF Kupang juga mengingatkan DPRD NTT untuk tidak lupa dengan tugas dan wewenang dalam melaksanakan fungsi pengawasan. Selain itu, AMAF juga mendesak DPRD NTT agar segera memanggil Plt. DLHK NTT dan konsultan lembaga penyusun AMDAL terhadap proyek tersebut, untuk segera mempertanggung jawabkan hasil kerjanya, karena telah menghabiskan banyak biaya dari APBD Provinsi NTT. (igt)

Artikel ini telah dibaca 480 kali

Baca Lainnya
x