Nagekeo

Selasa, 1 Desember 2020 - 06:39 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, saat menyerahkan dana hibah kepada Kepala SDK St. Theresia Danga, Suster Susana Dhina KFS. (Foto: Jhonatan Raga)

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, saat menyerahkan dana hibah kepada Kepala SDK St. Theresia Danga, Suster Susana Dhina KFS. (Foto: Jhonatan Raga)

Bupati Nagekeo Beri Bantuan Hibah Rp 100 Juta Kepada SDK St. Theresia Danga

Nagekeo, Floreseditorial.com – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, memberikan bantuan Hibah Tahun Anggaran 2020 kepada SDK St. Theresia, di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, pada Senin (30/11/2020).

Kepala SDK St. Theresia, Suster Susana Dhina KFS, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nagekeo, melalui Bupati Nagekeo, yang telah memberikan bantuan hibah kepada sekolahnya.

“Syukur dan terima kasih, sekarang Bapak Bupati mau datang langsung melihat sekolah kami. Atas nama para suster dan keluarga besar SDK St.Theresia Danga, orang tua dan siswa, kami menyampaikan terima kasih untuk bantuan dan semua perhatian yang kami terima. Untuk saat ini, jumlah siswa ada 314 orang dan ditampung dalam sarana yang memadai, sehingga mereka dapat belajar dengan baik,” ungkap Suster Susana.

Terpantau media, Bupati Nagekeo menyerahkan secara langsung bantuan hibah berupa uang sebanyak Rp 100.000.000 kepada Kepala SDK St. Theresia. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan dua ruang kelas baru, sesuai proposal yang diajukan sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Nagekeo dalam sambutannya, meminta agar pihak pengelola sekolah dapat memberikan informasi data yang valid tentang sekolah dan siswanya.

“Saya sangat menaruh perhatian pada sekolah ini. Saya kumpulkan data tentang sekolah ini. Saya minta kejujuran dari pengelola sekolah, laporkan pada saya, jumlah kelas baru. Selain itu, lakukan penilaian pada anak, dengan memperhatikan kemampuan baca anak,” ujar Bupati Don.

Ia menegaskan, pihak sekolah harus memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dengan latar belakang orang tua yang berpisah, orang tua super sibuk, beban ekonomi dan lain sebagainya yang menyebabkan pendidikan anak terlantar.

Menurut Bupati Don, point penting yang harus diingat, pemerintah telah membantu lembaga pendidikan tersebut dengan memberikan tanah yang diperoleh secara gratis dari masyarakat adat atau ulayat. Sehingga, harus ada tanggung jawab moril dalam mengelola lembaga pendidikan, terutama anak-anak di sekolah tersebut.

“Tuntutan saya pada lembaga ini adalah untuk memperhatikan kaum yang tidak beruntung. Masyarakat ulayat di sini yang kurang beruntung itu diperhatikan secara khusus. Anak-anak yang lahir dari keluarga kurang beruntung, yang bermasalah/penyandang masalah juga bisa bersekolah di tempat ini. Saya sampaikan ini untuk diperhatikan betul. Saya ingin komposisi dalam tata kelola. Selain membuka pelayanan sekolah, juga menopang kehidupan membiara. Harus ada subsidi silang. Hitung dengan baik. berapa persen anak-anak yang diringankan biayanya (khusus anak-anak yang tidak beruntung), sehingga mereka juga bisa dapat suasana belajar yang sama dengan anak yang lainnya,” tegas Bupati Don.

Ia mengingatkan, bantuan hibah tersebut harus digunakan sesuai kebutuhan, seperti yang tertera dalam proposal yang diajukan pihak sekolah, serta dapat dipertanggungjawabkan secara baik dalam bentuk laporan penggunaan anggaran. Kehadiran pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik.

“Merupakan tanggung jawab moril kita semua. Syarat pendidikan merupakan input penting dari Sumber Daya Manusia (SDM) supaya dapat keluar dari jebakan kemiskinan,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Kasat Pol PP, Muhayan Amir, Kabag Kesra Setda Nagekeo, Paternus Adja, Komite Sekolah, Kasianus Sebho, Kepala SDK St. Theresia Danga, Suster Susana Dhina KFS, para suster, guru dan pegawai. (kmr)

Artikel ini telah dibaca 918 kali

Baca Lainnya
x