Manggarai Barat Pilkada 2020

Selasa, 24 November 2020 - 08:24 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pakta Integritas KPK yang ditandatangani Paket Misi, Maria Geong dan Silverius Sukur. (Ist)

Pakta Integritas KPK yang ditandatangani Paket Misi, Maria Geong dan Silverius Sukur. (Ist)

Paket Misi Tanda Tangani Pakta Integritas KPK

Hingga Selasa (24/22/2020), hanya Paket Misi yang berkomitmen tidak korupsi, dengan menyerahkan Pakta Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Maria Geong dan Silverius Sukur, hingga Selasa (24/11/2020), menjadi satu-satunya Paket Peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mabar yang berkomitmen tidak korupsi saat memimpin Kabupaten Mabar.

Hal ini dibuktikan dengan penyerahan Pakta Integritas KPK ke KPU, oleh Tim Paket Misi ke KPU Kabupaten Mabar, Selasa (24/11/2020).

Informasi yang diperoleh media ini, dari empat Pasangan Calon (Paslon) Peserta Pilkada di kabupaten tersebut, hanya Paket Misi yang telah menyerahkan Pakta Integritas KPK.

Adapun Pakta Integritas tersebut berisi komitmen Paslon Paket Misi untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Cabup Mabar, Maria Geong, mengatakan, Paket Misi menyetujui untuk menandatangani Pakta Integritas tersebut, karena sudah menjadi komitmen Paket Misi untuk ikut membertantas korupsi.

Pakta Integritas KPK yang ditandatangani Paket Misi, Maria Geong dan Silverius Sukur. (Ist)

“Paket Misi berkomitmen dan mendukung upaya pemberantasan korupsi,” tegas Maria, di Labuan Bajo, Selasa (24/11/2020).

Untuk menjaga integritas saat memimpin Kabupaten Mabar jika terpilih nantinya, Paket Misi berkomitmen melaporkan harta kekayaan serta akan memberikan sanksi bagi pegawai pemerintahan yang berperilaku korup.

Adapun dalam Pakta Integritas tersebut terdapat beberapa point yang harus dijalani oleh Paket Misi, diantaranya yakni tidak melakukan tindak pidana korupsi, mendukung upaya pendidikan anti korupsi, penindakan dan pencegahan korupsi, serta patuh melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan menolak gratifikasi.

“Pemimpin harus memberikan contoh dengan menghadirkan sikap bersih dari korupsi, sehingga bisa diteladani jajaran birokrasi. Hanya pemimpin bersih yang bisa menghadirkan birokrasi bersih, dan hanya birokrasi bersih yang berorientasi pada pelayan publik. Itu sebabnya, dalam salah satu Program Kerja Paket Misi, ada Program Mabar Bersih-Melayani. Tata kelola pemerintahan bersih dan berorientasi melayani, adalah komitmen Paket Misi,” jelas Maria Geong. (*)

Artikel ini telah dibaca 670 kali

Baca Lainnya
x