Lintas

Jumat, 20 November 2020 - 16:03 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Maria Geong, saat menemui masyarakat Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat (20/11/2020). (Foto: Ist)

Maria Geong, saat menemui masyarakat Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat (20/11/2020). (Foto: Ist)

Maria Geong: “Labuan Bajo Harus Lebih Cantik”

Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Calon Bupati Manggarai Barat (Mabar), Maria Geong, menyadari betul pentingnya penataan Kota Labuan Bajo, Mabar agar lebih cantik. Tidak hanya berbicara tentang isu ketersediaan air bersih, penataan kota juga menjadi fokus utama Calon Bupati Mabar itu.

Maria Geong mengatakan, sebagai Ibu Kota kabupaten dan pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo merupakan rumah industri pariwisata. Hal ini pun sudah dan akan berdampak pada semakin besarnya kemungkinan menjadikan Labuan Bajo sebagai tempat tinggal. Jumlah penduduk pun semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Sebagai daerah kota, saya meyakini tingkat kepenatan warga juga akan meningkat. Layaknya di kota-kota besar, ruang terbuka hijau kemudian menjadi kebutuhan. Ruang terbuka hijau telah menjadi tempat warga untuk melakukan aktivitas refreshing,” kata Maria Geong, Jumat (20/11/2020), saat menemui masyarakat Nggorang, Kecamatan Komodo, Mabar.

Ia mengungkapkan, jika dirinya terpilih menjadi Bupati Mabar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang, pihaknya akan menjadikan hutan kota sebagai ruang terbuka hijau.

“Selain mesti memberikan manfaat ekologis, saya harap ini akan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warga kota untuk melakukan berbagai kegiatan refreshing, juga sebagai tempat berinteraksi sosial. Labuan Bajo harus lebih cantik,” kata Maria Geong.

Saat menemui masyarakat Nggorang, Maria Geong, juga menyentil perihal tingginya angka kemiskinan yang melibatkan perempuan di kabupaten tersebut.

“Kenapa seperti itu, karena wanita jarang berperan di Manggarai Barat dan belum punya posisi tawar yang strategis. Sehingga, ketika saya menjadi Bupati nantinya, maka angka kemiskinan ini perlu ditekan,” tegasnya.

Untuk menekan angka kemiskinan, dirinya berkomitmen untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK), untuk mengurangi angka pengangguran.

“Pemerintah akan membantu modal bagi kaum perempuan dan anak-anak muda yang ingin berusaha di berbagai bidang. Tentunya, pemerintah akan memfasilitasi dengan cara memberikan training sesuai keahlian mereka masing-masing,” tukasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 669 kali

Baca Lainnya
x