Nagekeo

Senin, 16 November 2020 - 14:13 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea saat Audiens di Ruang Sidang DPRD Nagekeo. (Foto: Jhonatan Raga)

Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea saat Audiens di Ruang Sidang DPRD Nagekeo. (Foto: Jhonatan Raga)

Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea Datangi Kantor DPRD Nagekeo

Nagekeo, Floreseditorial.com – Ratusan masyarakat utusan dari sepuluh desa di Kecamatan Boawae dan Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (16/11/2020), untuk melakukan audiensi sekaligus membawa aspirasi terkait pembentukan kecamatan baru dengan nama Kecamatan Kotarajawea tersebut.

Pantauan Floreseditorial.com, sejumlah masyarakat yang hadir itu, terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, serta para Kepala Desa. Kesepuluh desa yang mengutus mereka, yakni Desa Kotakeo, Kotakeo I, Kotakeo II (Kecamatan Nangaroro), Desa Raja, Raja Timur, Raja Selatan, Wolowea, Wolowea Barat, Wolowea Timur, serta Desa Wea Au (Kecamatan Boawae).

Kedatangan sejumlah masyarakat di Kantor DPRD Nagekeo itu, diterima oleh Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, Wakil Ketua I, Yosefus Dhenga, Wakil Ketua II, Kristianus Dua Wea dan sejumlah Anggota Dewan lainnya yang sempat hadir.

Ketua Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea, Fransiskus Geo, menyampaikan, kunjungan tersebut murni keinginan masyarakat, yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat dari sisi mendekatkan pelayanan publik.

“Hari ini kami datang membawa aspirasi masyarakat ke Lembaga DPRD. Kami masyarakat dari sepuluh desa ini, sudah berkomitmen dan berharap Bapak-bapak di DPRD, turut memperjuangkan aspirasi kami ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat menginginkan pemekaran Kecamatan Kotarajawea, agar lebih mendekatkan pelayanan publik yang selama ini dinilai terlalu sulit dijangkau.

“Selama ini, pelayanan publik dan juga dari sektor pendidikan, mereka betul-betul merasa sulit. Kami rasa iba dengan mereka. Karena itu, pada kesempatan ini, kami mohon kepada Bapak-bapak untuk menindaklanjuti permohonan kami,” pinta Geo.

Sementara itu, Sekretaris Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea, Viktorianus Lado Wea, mengatakan, segala bentuk dokumen persyaratan mengenai dasar hukum berkaitan dengan pembentukan kecamatan, sudah siap. Hanya Camat Nangaroro, Gaspar Taka, yang belum menandatangani proposal tersebut.

“Proposal ini belum ditandatangani oleh Camat Nangaroro. Padahal, sudah dilakukan pertemuan dan utusan forum telah berupaya maksimal. Oleh sebab itu, hari ini kami datang sekaligus menyerahkan proposal, meski belum ditandatangani Camat Nangaroro, Gaspar Taka,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, mengatakan, atas nama lembaga, pihaknya mendukung dan merespon baik semua aspirasi masyarakat.

“Atas nama lembaga, kami menerima dan mendukung. Tugas kami, membangun komunikasi dengan pemerintah agar aspirasi masyarakat ini dapat terjawab,” ujarnya.

Ia berharap, apa yang menjadi perjuangan masyarakat itu, semata-mata demi kepentingan masyarakat secara umum, bukan atas dasar keinginan pihak tertentu.

“Saya tetap mengharapkan, apa yang kita perjuangkan ini merupakan harapan dan keinginan seluruh masyarakat sepuluh desa ini. Saya tidak menginginkan ada kepentingan satu dua oknum tertentu,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua I DPRD Nagekeo, Yosefus Dhenga, menyampaikan, secara kelembagaan, secara politik, maupun secara pribadi, pihaknya sangat mendukung pembentukan Kecamatan Kotarajawea, sesuai regulasi yang berlaku.

“Silahkan dikaji dan siapkan segala persyaratannya secara baik, sesuai peraturan yang berlaku, baik batas wilayah maupun lokasi untuk Ibu Kota kecamatan. Saya sebagai Anggota Dewan, baik secara politik, lembaga, maupun secara pribadi, mendukung sepenuhnya,” ungkap Yos Dhenga.

Wakil Ketua II DPRD Nagekeo, Kristianus Dua Wea, juga menyatakan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat sepuluh desa itu. Di bawah Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea tersebut, pihaknya berpesan agar bisa belajar dari pengalaman sebelumnya.

“Kita punya cerita perjuangan yang sama berkaitan tahun-tahun kemarin, tentang pemekaran Kecamatan Boawae, dengan sekian nama yang tidak berhasil disepakati. Saya berharap, kita belajar baik-baik dari pengalaman itu, agar perjuangan kita dapat berjalan lancar sesuai harapan bersama,” tegas Kris Dua.

Untuk diketahui, sebelum menuju Kantor DPRD, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Pembentukan Kecamatan Kotarajawea itu, terlebih dahulu bertemu Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, untuk menyerahkan Proposal Pembentukan Kecamatan Kotarajawea. (kmr)

Artikel ini telah dibaca 889 kali

Baca Lainnya
x