Manggarai Barat Pilkada 2020

Sabtu, 14 November 2020 - 13:57 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Maria Geong. (Foto:Ist)

Maria Geong. (Foto:Ist)

Maria Geong: “Saya Tak Bebani Kontraktor Untuk Berkompetisi”

Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Bukan hal baru jika para Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) kerap menggaet kontraktor, untuk mendanai pencalonan merebut kursi Bupati maupun Wakil Bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Namun, praktik pendanaan oleh para kontraktor saat masa kampanye, biasanya berbuntut pada kolusi kebijakan yang akan menguntungkan kelompok tertentu saja. Akibatnya, roda pemerintahan tidak berjalan efektif karena tekanan dari para pemodal yang ‘meminta imbalan’, karena telah mendanai para Cabup dan Cawabup saat kampanye.

Cabup Manggarai Barat (Mabar), Maria Geong, kepada masyarakat Poco Koe, Desa Ngancar, Kecamatan Lembor, menjelaskan, dirinya menolak pendanaan yang ditawarkan para kontraktor, untuk menghindari praktik balas jasa saat memimpin Kabupaten Mabar jika terpilih menjadi Bupati Mabar nantinya.

“Saya bekerja tanpa membebani orang lain. Misalnya, membebani kontraktor dalam berkompetisi. Karena hal itu akan berdampak pada kualitas pembangunan,” kata Maria Geong, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Maria Geong, ketika dirinya dipercayakan oleh masyarakat Kabupaten Mabar dan terpilih menjadi Bupati, dirinya ingin agar perusahaan-perusahaan tersebut bersaing secara sehat, dengan mengerjakan setiap paket proyek pemerintah dengan baik dan berkualitas.

“Saya ingin, para kontraktor bersaing sehat, dengan cara bekerja dengan baik dan berkualitas. Jangan sampai karena menganggap ada orang dalam atau karena sudah membiayai kempanye, kontraktor tersebut malah abaikan kualitas pekerjaan mereka. Hal seperti ini yg perlu dihindari,” tegas Maria Geong.

Kendati demikian, Maria menjelaskan, dirinya tidak alergi pada perusahaan-perusahaan konstruksi yang ingin bekerja di Kabupaten Mabar.

“Saya tidak pernah anti kontraktor, karena kontraktor juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah kita. Tapi, saya tidak ingin ada ‘kontraktor hitam’ yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pekerjaan dari pemerintah,” ungkap Maria Geong.

Menurut Maria, Bupati dan Wakil Bupati tidak boleh bekerja di bawah tekanan kontraktor, atau bahkan diatur oleh kontraktor.

Maria Geong meyakini, dukungan masyarakat Kabupaten Mabar yang terus mengalir pada Paket Misi, akan menghantarkan dirinya dan Silverius Sukur, menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mabar.

“Karena kami terpilih untuk menjadi Bupati dan wakil Bupati Mabar, bukan Bupati dan wakil Bupati untuk para kontraktor saja,” jelas Maria Geong.

Dalam kesempatan tersebut, Maria Geong, juga menyentil rencana pengembangan produk pertanian organik di Kabupaten Mabar.

“Agar dapat memenuhi kebutuhan pasar, terutama untuk memenuhi kebutuhan hotel di Labuan Bajo, para petani juga harus mendapatkan manfaat dari Pariwisata Super Premium,” kata Maria Geong. (*)

Artikel ini telah dibaca 633 kali

Baca Lainnya
x